Berita seputar pernikahan islam indonesia, pencatatan nikah, undang-undang perkawinan, kepenghuluan, simkah, fiqh munakahat, kantor urusan agama

Berita seputar pernikahan islam indonesia, pencatatan nikah, undang-undang perkawinan, kepenghuluan, simkah, fiqh munakahat, kantor urusan agama

Tips Jitu untuk Pengantin Baru

Pentingnya Persiapan Mental Pranikah

Kecemasan, ketegangan dan ketakutan menjelang pernikahan adalah hal yang wajar dialami oleh pasangan yang akan segera menikah, khususnya mempelai wanita. Yang jelas, memasuki lembaga pernikahan bisa dianalogikan seperti terjun payung. Kita tahu parasutnya tersedia, tetapi ketika tba waktunya meloncat, badan dan pikiran rasanya amat tegang.
Mengapa demikian? Karena saat kita memutuskan untuk menikah, berarti kita akan segera  memasuki dunia baru. Hidup berdampingan dengan pasangan kita, seumur hidup. Berbeda dengan pasangan duda janda, mereka tidak terlalu merasakan apa yang dirasakan pasangan muda. Pasangan duda janda ini sudah berpengalaman merajut rumah tangga selanjutnya. Sedangkan pasangan muda memasuki dunia berumah tangga dari nol tanpa pengalaman.
Oleh karena itu, kita yang akan menjalani kehidupan baru ini harus siap menerima segala sesuatu  yang akan kita lalui suatu saat nanti bersama pasangan yang kita cintai. Biasanya kecemasan itu muncul  disebabkan karena harapan, keinginan dan apa yang akan terjadi di hari esok melebur menjadi satu. Maka dari itu, yakinkanlah diri kita terlebih dahulu. Menikah bukanlah sebuah keputusan yang mudah. Kalau bisa menikah sekali seumur hidup dan tak mengalami perceraian. Kita tidak hanya menyatukan satu individu saja, tetapi juga terkait dengan keluarga, lingkungan, dan budaya dari pasangan kita.
Untuk itulah, sebelum menikah sebaiknya calon pasangan pengantin baru perlu mempersiapkan psikis kita agar tidak gamang dan tegang saat menuju pelaminan. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat kesiapan seseorang untuk memasuki rumah tangga, seperti tingkat pemahaman, pola pikir, kelas sosial, lingkungan masyarakat, dan kebiasaan. Selain itu, kita perlu memperhatikan faktor-faktor sebagai berikut :

1. Meluruskan niat pernikahan
Meski pernikahan bukan suatu hal yang mudah, tetapi jika kita sudah punya niat yang lurus dan kuat maka akan selalu ada kemudahan-kemudahan yang kita dapatkan kelak. Kata orang, pernikahan yang sukses membutuhkan kerja keras dan niat yang baik antar kedua belah pihak secara terus menerus. Tapi, jangan khawatir, tak sekeras yang kita bayangkan. Bagaimanapun, menikah adalah sebuah kenikmatan.

2. Hargai setiap perbedaan dari pasangan kita
Kita perlu menyadari bahwa kita dan pasangan kita memiliki cara pandang dan persepsi  yang berbeda. Tak semua orang memiliki pendapat yang sama. Karena itu, kita perlu menerima perbedaan-perbedaan yang ada diantara kita berdua. Jangan berusaha memaksakan kehendak untuk mengubah kebiasaan atau perilaku pasangan kita sesuai dengan keinginan kita. Yang paling penting adalah jangan beranggapan bahwa hanya prinsip kita sajalah yang selalu benar. Bila itu terjjadi, apapun yang dilakukan pasangan kita akan selalu keliru dimata kita. Hal ini akan memicu konflik-konflik emosional dan pertengkaran. Daripada memfokuskan pada perbedaan yang mengganggu hubungan, leih baik kita menikmati berbagai kecocokan  yang kita miliki.

3. Siap menerima kelemahan dan kelebihan pasangan.
Jika tidak menyukai sesuatu hal yang dilakukan pasangan,  jangan mengkritiknya berulang-ulang. Jangan pula melontarkan ucapan yang bernada sinis. Akan lebih bijaksana jika kita mengungkapkan apa yang kita rasakan  dengan tanpa memancing kemarahannya. Dengarkanlah pendapatnya sehingga kita berdua bisa menghargai. Masalah perbedaan serta selera, memang akan selalu menghiasi suatu hubungan. Maka dari itu, jjanganlah sampai mengganggu hubungan kita. Suatu saat bukan tidak mungkin kita menghadapi perbedaan persepsi tentang masalah yang lebih serius.

4. Berani membuka diri dengan pasangan
Coba kita renungkan kembali, mungkin saja budaya dan kebiasaan keluarga kita dan keluarga pasangan kita memiliki perbedaan yang cukup mencolok. Jika sangat mencolok, berarti waktu yang kita perlukan untuk menyelaraskan kebiasaan kita berdua mungkin akan makin banyak. Bila ingin memperbaiki sikap kkekasih, kita perlu bersabar. Jangan sampai ia merasa jenuh, tersinggung, atau merasandibelenggu oleh kritik kita.

5. Banyaklah membaca dan meminta saran
Ada baiknya kita mencari buku-buku seputar pernikahan. Semua itu agar kita bertambah matang dalam mengambil sikap. Jangan malu-malu untuk meminta saran dan nasehat dari orang yang lebih tua yang sudah punya pengalaman lebih dari kita. Saran-saran dari orang lain memang sangat kita perlukan. Denan begitu, kita akan lebih merasa percaya diri dan tidak kenal rasa takut untuk memutuskan hubungan kita dan pasangan sampai ke jenjang yang lebih sakral.

sumber :
Perkawinan&Keluarga No.414/2007
0 Komentar untuk "Tips Jitu untuk Pengantin Baru"

Back To Top